PAREPARE – Institut Teknologi Pertanian (ITP) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare menjadi tuan rumah kegiatan Sharing Praktik Baik Tata Kelola Perguruan Tinggi. Acara ini merupakan inisiatif dari Program Hibah Pembinaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek.
Kegiatan ini, yang merupakan sesi kelima dari rangkaian pemantauan dan evaluasi program, dihadiri oleh perguruan tinggi yang tergabung dalam Kelompok 18, termasuk STIE Nusantara Makassar, Institut Batari Toja Bone, Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sulawesi Tenggara, dan STIKES Datu Kamanre. Diselenggarakan secara hibrida dengan STIKES Fatima Parepare sebagai lokasi utama, acara ini melibatkan pimpinan perguruan tinggi, ketua SPMI, pimpinan unit, staf administrasi, serta pengelola sistem tata kelola dari masing-masing institusi.
Ketua STIKES Fatima Parepare, Dr. Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep., M.Kes, menyampaikan apresiasinya dan menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum kolaboratif untuk memperkuat implementasi SPMI. “Ini adalah sesi kelima praktik baik SPMI. Teman-teman sudah memiliki gambaran dan proses PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang berjalan baik. Hari ini kita berproses bersama, saling melengkapi, dan memastikan kegiatan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Hadirawati, Koordinator kegiatan SPMI, menjelaskan pemilihan Parepare sebagai lokasi didasari oleh letaknya yang strategis dan kesiapan dalam penyelenggaraan. “Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi praktik baik, termasuk dalam hal pendokumentasian dan penerapan tata kelola di kampus masing-masing. Kami berharap dari sinilah muncul kolaborasi nyata antar perguruan tinggi penerima hibah,” tambahnya.
Dr. Abdullah, Penanggung jawab kegiatan sekaligus Wakil Rektor I ITP, menekankan bahwa forum ini tidak hanya sebagai ajang berbagi, tetapi juga upaya memperkuat jejaring antarperguruan tinggi dan memastikan pelaksanaan SPMI berjalan efektif sesuai prinsip PPEPP. “Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi seluruh perguruan tinggi yang hadir. Program ini adalah bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan sistem penjaminan mutu berjalan efektif dan mampu mendorong tata kelola yang akuntabel,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta diharapkan menyusun dan menerapkan rencana aksi di unit kerja masing-masing, dengan monitoring dan pendampingan dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) tiap institusi. Dr. Abdullah berharap hasil kegiatan ini akan menjadi inspirasi berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, transparan, dan berdaya saing.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi di wilayah timur Indonesia, khususnya dalam penerapan sistem penjaminan mutu internal yang terarah dan berkesinambungan.
Post Views: 25